Sedih Melihat Teman Belum Beruntung
Ini adalah salah satu email yang saya terima beberapa tahun yang lalu. Waktu saya baca ulang, saya merasa perlu membagikan kisah ini karena di dalamnya
Ini adalah salah satu email yang saya terima beberapa tahun yang lalu. Waktu saya baca ulang, saya merasa perlu membagikan kisah ini karena di dalamnya
Q: Selamat malam auntie, maaf kalau mengganggu. Jadi gini auntie. Aku ini masih kelas 10 dan walaupun sekolahku sekolah favorit yang isinya anak pinter, nilaiku
Q: Halo tante, saya mau tanya. Saya pacaran sama cowok yang agama sama rasnya beda sama saya. Sejauh ini ortu saya mendukung, karena mereka percaya
Q: Hi auntie, menurut auntie, sebagai ortu harus gak sih kasih tau ke anak, berapa gaji mama-papa nya sebulan? Berapa pengeluaran rumah tangga? Auntie sendiri,
Q: Oiya aunt, aku lupa cerita, dia tuh punya mantan! Mantan dia temen aku, tapi ga deket gimana amat, cuman udh kenal lama & ekskul
Q : Aunty mau cerita yaa! Answer me asap karena aku butuh jawaban aunty 😉 Jadi aku anak kelas 10, aku kelas 10 nya pindah
Q : Aunty salah gak sih deket lagi sama mantan berharap lagi sama mantan? Kita sering chattan,kita saling support,bahkan kita pernah jalan,tapi setelah jalan kayanya
Q : Auntie saya lagi bingung dan bimbang,jadi ceritanya gini,saya suka sama cowok itu, cuma cowok itu lagi deket sama cewek tetangganya, terus saya harus
Q : Dear Auntie, Sebenarnya saya sudah kirim ini sih sebelumnya. Saya tunggu jawaban auntie tapi tidak muncul-muncul. jadi saya kirim ulang lagi ya, Auntie.
Q : Auntie, kenapa ya saat dia jadi milikku, tapi aku malah mengabaikannya dan seakan-akan ingin ngelepasnya & setelah dia udah bukan milikku, aku ingin

(Q) : Auntie bisa gak kasih beberapa point biar si cowok bisa terbuka pikirannya kalo sebenernya nikah muda itu banyak sisi positivenya. Aku mau nikah di usia muda (A) :

27 Januari 2016 Waktu kecil, saya punya buku harian ( diary ), dan seperti buku diary pada umumnya waktu itu, bukunya tebal dan ada kuncinya, jadi ceritanya rahasia, gak ada

Temen baik itu : – yang kalau kita inget dia, hati kita kerasa hangat – yang walaupun udah bertahun-tahun gak ketemu dan gak ngobrol, waktu ketemu kita tetap gak berasa

(Q) : Auntie, gimana kalo di tengah jalan (udah semester 5) kita ngerasa jurusan kuliah yg kita pilih nggak sesuai minat,bakat,kemampuan kita dan kita nggak mau berkarir dng profesi sesuai