Hari ini saya kedatangan teman dari Jakarta. Waktu kapan hari, pas ngobrol-ngobrol, dia tertarik ingin menyumbang, tapi bingung mau nyumbang kemana. Memang di jaman sekarang ini, sebenarnya banyak orang yang
(Q) : Salah gak kalau trauma jatuh cinta gara-gara ngerasa sering disakitin terus? (A) : Gak salah tapi gak bener juga. Gak salah karena siapa sih yang gak trauma kalo
Someone asks me about miracle happened in my life. Saya sempet merenung berhari-hari untuk jawab pertanyaan itu, bukan karena saya gak punya cerita tentang miracle, tapi karena saya bingung, apa
Q : Tan, sebagai orang nomor satu (ketua) yang baik tuh harusnya gimana sih? Apa dia pantas jadi orang nomor satu kalau ngontrol sikap & emosinya sendiri aja gak bisa?