Ini adalah salah satu email yang saya terima beberapa tahun yang lalu. Waktu saya baca ulang, saya merasa perlu membagikan kisah ini karena di dalamnya
Banyak orang berani mati demi keluarga, negara, bahkan untuk sesuatu hal yang dianggap benar padahal salah. Tapi yang lebih keren itu adalah orang yang berani hidup. Saya terinspirasi oleh rekan
( Q ) : Tan, gimana cara terbaik menurut tante menyeimbangkan hati dengan rasional? Aku tipe orang yang baik dalam pengendalian diri dalam artian aku ngerasain apapun aku bisa bersikap
Q : Tan mau nanya, kalo orang yang dah punya cowok deketin aku, apa layak diperjuangin ? A : Buat apa diperjuangin? Kan dia yang deketin kamu, bukan kamu yang
Q: Halo tante, saya mau tanya. Saya pacaran sama cowok yang agama sama rasnya beda sama saya. Sejauh ini ortu saya mendukung, karena mereka percaya pada saya. Ortu si dia